PERMAINAN TRADISIONAL ANAK
MAKALAH
UNTUK MEMENUHI
TUGAS MATA KULIAH PENDIDIKAN JASMANI
DISUSUN OLEH
HALIMA
TUSSADIYAH (RRA1F116017)
APRILIANI
(RRA1F116024)
INDAH
ABDIANA (RRA1F116027)
1
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
UNIVERSITAS
JAMBI
21 OKTOBER 2016
KATA PENGANTAR
Puji
syukur penulis hanturkan kepada ALLAH SWT. Yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah serta karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis berhasil
menyelesaikan makalah ini dengan lancar dan terselesaikan tepat pada waktunya.
Makalah ini bertujuan unuk memenuhi tugas mata kuliah pendidikan jasmani.
Penulis
menyadari bahwa makalah ini sangat jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis
sangat membutuhkan saran dan kritik untuk perbaikan makalah. Penulis berharap
semoga makalah ini bermanfaat dan berguna bagi pembaca.
Jambi, 21 Oktober
2016
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ......................................................................................... i
DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang ............................................................................................ 1
1.2 Rumusan
Masalah ....................................................................................... 2
1.3 Tujuan
Penulisan ......................................................................................... 2
BAB
II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Permainan
Tradisional ............................................................... 3
2.2 Macam-Macam
Permainan Tradisional Dan Nilai Yang
Terkandung
Didalamnya ................................................................................................. 3
2.3 Manfaat Permainan
Tradisional .................................................................. 6
BAB
III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
................................................................................................. 8
3.2 Saran ........................................................................................................... 8
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Perkembangan zaman saat ini begitu pesat. Ilmu pengetahuan dan teknologi
sangat membantu manusia dalam mengerjakan berbagai hal untuk mempermudah
segalanya. Ternyata teknologi juga membuat perubahan dalam bidang permainan.
Permainan-permainan tradisional kini mulai ditinggalkan. Anak-anak sekarang
lebih menggemari permainan yang berbau teknologi. Anak-anak sekarang sangat
menyukai permainan seperti game console, permainan online di internet, ataupun
permainan di pusat-pusat perbelanjaan.
Indonesia yang kaya akan beragam kebudayaaan dan alamnnya tentu
menyimpan keunikan tersendiri dibanding dengan negara lain. Salah satunya ialah
tentang macam-macam permainan trdisional yang pernah ada. Banyak permainan tradisional dari daerah jawa barat, jawa timur, sunda dan jawa yang
pernah popular.
Sebelum permainan-permainan tersebut berkembang pesat, dahulu
permainan-permainan tradisional sangat digemari anak-anak pada zamannya. Beragam permainan tradisional itu sangat diminati karena jaman
duhulu belum secanggih saat ini. Dimana sekarang ini hampir semua permainan
bisa dimainkan disebuah hanphone saja. Coba bayangkan dulu di era 90-an dari
anak-anak hingga orang dewasa pasti mereka selalu bermain dengan cara yang
tradisional, tetapi memberi kesan yang tidak bisa dilupakan hingga sekarang.
Permainan zaman dahulu banyak sekali mengajarkan pentingnya sebuah
proses dan menyisipkan nilai-nilai kebaikan. Permainan tradisional juga akan melatih anak dalam
bersosial. Selain itu permainan tradisional juga sangat baik untuk melatih
ketangkasan dan motorik anak. Jadi, meskipun zaman telah berubah, akan lebih
baik jika anak-anak sekarang diperkenalkan dengan permainan tradisional karena
pada intinya baik permainan modern maupun permainan tradisional sama-sama
menyenangkan dan memiliki manfaat.
Tetapi kini sayangnya permainan tradisional hanya menjadi kenangan dan
jarang sekali dimainkan oleh anak-anak. Contoh permainan tradisional yang
paling sering kita mainkan dulu adalah petak umpet, lompat tali, engklek,
layangan dan lain sebagainya. Berikut ini
permainan tradisional asal Indonesia yang sekarang hampir terlupakan.
1.2
RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah dalam makalah
ini adalah sebagai berikut:
a.
Apa
pengertian permainan tradisional?
b.
Apa
saja macam-macam permainan
tradisional dan nilai yang terkandung didalamnya?
c.
Apa
saja manfaat permainan tradisional bagi anak?
1.3
TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan penulisan makalah ini
adalah sebagai berikut:
a.
Untuk
mengetahui permainan tradisional.
b.
Untuk
mengetahui macam-macam permainan
tradisional dan nilai yang terkandung didalamnya.
c.
Untuk mengetahui manfaat permainan tradisional bagi
anak.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
PENGERTIAN PERMAINAN
TRADISIONAL
Permainan tradisional menurut James Danandjaja (1987)
adalah salah satu bentuk yang berupa permainan anak-anak, yang beredar secara
lisan di antara anggota kolektif tertentu, berbentuk tradisional dan diwarisi
turun temurun serta banyak mempunyai variasi. Sifat atau ciri dari permainan
tradisional anak sudah tua usianya, tidak diketahui asal-usulnya, siapa
penciptanya dan darimana asalnya. Biasanya disebarkan dari mulut ke mulut dan
kadang-kadang mengalami perubahan nama atau bentuk meskipun dasarnya sama. Jika
dilihat dari akar katanya, permainan tradisional adalah kegiatan yang diatur
oleh suatu peraturan permainan yang merupakan pewarisan dari generasi terdahulu
yang dilakukan manusia (anak-anak) dengan tujuan mendapat kegembiraan.
2.2
MACAM-MACAM PERMAINAN TRADISIONAL DAN NILAI YANG
TERKANDUNG DIDALAMNYA
Banyak sekali macam-macam permainan tradisional di Indonesia,
hampir di seluruh daerah-daerah telah mengenalnya bahkan pernah mengalami
masa-masa bermain permainan tradisional ketika kecil. Permainan tradisional
perlu dikembangkan lagi karena mengandung banyak unsur manfaat dan persiapan
bagi anak dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Beberapa contoh permainan
tradisional;
a.
KEJAR-KEJARAN
Walaupun jenis permainan ini banyak di temukan di berbagai
daerah di Indonesia dengan berbagai perbedaan masing-masing daerah namun inti
permainan ini tetaplah sama yaitu kejar-kejaran, yang menang berlari agar tidak
tertangkap oleh pengejar yang kalah dalam hompipa dengan berbagai cara.
Cara bermain: Cara permainan ini sangat mudah dimengerti,
setelah hompipa atau “balasiak” didapatkan yang seorang anak yang bertugas sebagai
pengejar sedangkan anak lainya segera berlarian secepat mungkin, mereka
berlarian sejauh mungkin menghindari pengejar, karena yang bertugas menjaga
akan berusaha mendapatkan korban untuk menjaga menggantikan dirinya. Dalam
permainan ini orang yang dikejar berhak untuk jadi patung/ “patuang” dalam
bahasa Minang, apabila sewaktu yang dikejar mengatakan patung maka dia akan
menjadi patung, bersikap seolah-olah menjadi patung dengan sikap tidak boleh
bergerak dan berbicara dengan siapapun sebelum terbebas kembali, sehingga
pengejar tidak dapat menangkap dia, sehingga yang lain menjadi target sasaran
untuk dikejar dan ditangkap, pemain yang sudah menjadi patung tadi dapat segera
terbebas setelah ada temanya yang melepaskannya dengan cara menyentuh badan pemain
yang sudah menjadi patung, kemudian barulah dia dapat kembali bergabung dengan
para pemain lain yang sedang dikejar oleh yang kalah, apabila pengejar dapat
menangkap pemain itu sebelum dia menjadi patung maka giliran pemain itu yang
menjadi pengejar dan begitu seterusnya sampai permainan berakhir karena
kesepakatan semua para pemain tersebut.
Nilai-nilai dan makna yang terkandung:
·
Nilai keberanian: Permainan ini mengajarkan bahwa para pemain
harus berani mengambil resiko. Begitu juga hidup pasti harus mengambil
keputusan.
·
Nilai pendidikan: mengajarkan cara-cara berpikir keluar dari
kondisi dan situasi, mengajarkan cara berpikir dalam situasi yang
terjempit.
·
Nilai sosial: pemain akan saling membantu apabila ada pemain
lainya yang menjadi patung, dengan cara membebaskannya. Fungsi permainan
ini diantaranya: Menghibur diri Membentuk kreatifitas Melatih fisik, dan
Melatih ketangkasan.
b.
LAYANG-LAYANG
Layang-layang atau layangan merupakan lembaran bahan tipis
berkerangka yang diterbangkan ke udara dan terhubungkan dengan tali atau benang
ke daratan atau pengendali. Layang-layang memanfaatkan kekuatan hembusan angin
sebagai alat pengangkatnya. Dikenal luas di seluruh dunia sebagai alat
permainan, layang-layang diketahui juga memiliki fungsi ritual, alat bantu
memancing atau menjerat, menjadi alat bantu penelitian ilmiah, serta media
energi alternative.
c.
PETAK
UMPET
Dimulai dengan Hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi
"kucing" (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi).
Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik sambil berhitung
sampai 10, biasanya dia menghadap tembok, pohon atau apasaja supaya dia tidak
melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi. Setelah hitungan sepuluh
(atau hitungan yang telah disepakati bersama, misalnya jika wilayahnya terbuka,
hitungan biasanya ditambah menjadi 15 atau 20) dan setelah teman-temannya
bersembunyi, mulailah si "kucing" beraksi mencari teman-temannya
tersebut. Jika si "kucing" menemukan temannya, ia akan menyebut nama
temannya sambil menyentuh pohon atau tembok, apabila hanya meneriakkan namanya
saja, maka si "kucing" dianggap kalah dan mengulang permainan dari
awal.
Yang seru adalah pada saat si "kucing" bergerilya
menemukan teman-temannya yang bersembunyi, salah satu anak (yang statusnya
masih sebagai "target operasi" atau belum ditemukan) dapat
mengendap-endap menuju pohon atau tembok, jika berhasil menyentuhnya, maka
semua teman-teman yang sebelumnya telah ditemukan oleh si "kucing"
dibebaskan, alias sandera si "kucing" dianggap tidak pernah
ditemukan, sehingga si "kucing" harus kembali menghitung dan
mengulang permainan dari awal. Permainan selesai setelah semua teman ditemukan.
Dan yang pertama ditemukanlah yang menjadi kucing berikutnya.
Ada satu istilah lagi dalam permainan ini, yaitu
'kebakaran/terbakar' yang dimaksud di sini adalah bila teman kucing yang
bersembunyi ketahuan oleh si kucing disebabkan diberitahu oleh teman kucing
yang telah ditemukan lebih dulu dari persembunyiannya atau si kucing salah menyebut
nama target yang di incar.
Begitulah permainan tersebut dilakukan hingga permainan
berakhir. Waktu permainan bisa dilakukan pada pagi hingga siang hari. Jika sore
hari biasanya anak-anak tidak boleh keluar rumah apalagi jika menjelang maghrib.
Permainan ini sangat digemari dari jaman dahulu sampai saat ini, tapi sekarang
hanya beberapa anak saja yang bermain permainan petak umpet, karena sekarang
anak-anak hanya sibuk dengan gadgetnya dan lupa dengan teman-temannya
d.
ENGKLEK
Permainan yang kesepuluh bernama
engklek. Permainan ini sampai sekarang masih dilakukan dan seluruh wilayah
Indonesia mengenal permainan ini, meskipun disetiap daerah memiliki sebutan
lain-lain. Engklek dimainkan oleh anak laki-laki dan juga perempuan. Bisa
dilakukan oleh dua orang saja dan maksimal lima orang, sebab untuk memainkannya
harus menunggu giliran dan jika banyak yang bermain maka akan lama menunggunya.
Cara bermain engklek
cukup sederhana: Para pemain harus melompat dengan menggunakan satu kaki
di setiap kotak-kotak / petak-petak yang telah digambarkan sebelumnya di
tanah. Untuk dapat bermain, setiap anak harus mempunyai kereweng atau
gacuk yang biasanya berupa pecahan genting, keramik lantai, ataupun batu yang
datar. Kereweng/gacuk dilempar ke salah satu petak yang tergambar di
tanah, petak dengan gacuk yang sudah berada diatasnya tidak boleh
diinjak/ditempati oleh setiap pemain, jadi para pemain harus melompat ke petak
berikutnya dengan satu kaki mengelilingi petak-petak yang ada. Pemain
tidak diperbolehkan untuk melemparkan kereweng/gacuk hingga melebihi kotak atau
petak yang telah disediakan. Jika ada pemain yang melakukan kesalahan tersebut
maka pemain tersebut akan dinyatakan gugur dan diganti dengan pemain
selanjutnya. Pemain yang menyelesaikan satu putaran terlebih dahulu
melemparkan gacuk dengan cara membelakangi engkleknya, jika kereweng atau gacuk
jatuh tepat pada salah satu petak maka petak tersebut akan menjadi daerah
kekuasaan pemain. Kemudian pada petak tersebut, pemilik sawah boleh menginjak
petak dengan dua kaki, sedangkan pemain lain tidak boleh menginjak petak
tersebut selama permainan. Pemain yang memiliki sawah paling banyak adalah
pemenangnya.
2.3
MANFAAT PERMAINAN
TRADISIONAL
Adapun manfaat
permainan tradisional sebagai berikut:
a.
Petak Umpet
Manfaatnya : Permainan ini
memiliki manfaat yang sangat baik untuk melatih motorik anak. Membuat anak
menjadi aktif bergerak dan juga aktif berpikir. Saat bermain, anak diharuskan
mencari tempat persembunyian lawannya, itu berarti dapat mengasah daya pikir
anak dan juga memupuk keinginan serta kegigihan anak untuk terus mencari tahu.
Bagi anak yang diharuskan bersembunyai, permainan ini selain bermanfaat bagi
motoriknya, juga merangsang daya pikir anak untuk mencari tempat persembunyian
yang aman untuk dirinya.
b.
Engklek
Manfaatnya : Permainan englek
sangat bagus untuk gerak fisik anak. Permainan ini mendukung pertumbuhan anak
terutama kecerdasan kinetiknya. Anak yang melompat dengan satu kaki pada
permainan engklek akan berusaha menyeimbangkan tubuhnya dengan satu kaki.
Lompatan yang dilakakukan baik bagi proses metabolism tubuh anak dan juga dapat
membantu untuk membakar kalori tubuhnya. Selain itu, anak akan belajar lebih percaya diri karena saat giliran anak bermain, ia akan tampil
menunjukkan kebolehannya dalam melompat lompat di depan lawannya.
c.
Layang-layang
Manfaatnya : Manfaat permainan
ini untuk melatih kesabaran anak. Menerbangkan layang-layang bukan suatu hal
yang mudah. Anak harus dituntut sabar mencari arah angin yang tepat untuk
menerbangkan laying-layangnya dan menggerak-gerakkan tali layang-layang dengan
gerakan yang tepat agar tali layang-layang tidak terputus.
·
Memahami konsep sportivitas
·
Melatih Kemampuan fisik anak
·
Belajar mengelola emosi
·
Menggali kreativitas
·
Mengenal kerja sama
·
Meningkatkan kepercayaan diri
·
Bersosialisasi lewat permainan
BAB III
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Permainan
tradisional adalah salah satu bentuk yang berupa permainan anak-anak, yang beredar
secara lisan di antara anggota kolektif tertentu, berbentuk tradisional dan
diwarisi turun temurun serta banyak mempunyai variasi. Beberapa contoh permainan tradisional yaitu kejar-kejaran,
layang-layang, petak umpet dan engklek.
Adapun manfaar dari bermain tradisional adalah Permainan ini untuk
melatih motorik anak, sangat bagus untuk gerak fisik anak dan permainan ini
mendukung pertumbuhan anak terutama kecerdasan kinetiknya serta melatih
kesabaran anak.
3.2
SARAN
a.
Sebaiknya permainan tradisional dapat dilestarikan agar tetap
dikenal dan dimainkan oleh anak-anak.
b.
Permainan
tradisional dapat dijadikan kegembiraan bagi setiap yang memainkannya.
DAFTAR
PUSTAKA
Erikson
Damanik. 2016. Pengertian-pengertian dan info http://pengertian-pengertian-info.blogspot.co.id/2016/05/pengertian-macam-macam-dan-manfaatnya.html
diakses tanggal 10 Oktober 2016
Poros bumi. 2016. 18 Permainan tradisional
asli indonesia yang pernah populer di jamannya
http://porosbumi.com/permainan-tradisional/ diakses tanggal 10 Oktober 2016
Singosongo. 2016. Permainan tradisional
Indonesia anak-anak jaman dulu yang masih teringat http://singosongo.blogspot.com/2016/04/permainan-tradisional-indonesia-anak-anak-jaman-dulu-yang-masih-teringat.html
diakses tanggal 10 Oktober 2016
Juan Dynash. 2014. Permainan tradisional anak indonesia http://sistempemerintahan-indonesia.blogspot.co.id/2014/06/permainan-tradisional-anak-indonesia.html
diakses tanggal 10 Oktober 2016
Sus Nadi. 2012. Permainan tradisional anak Indonesia https://materipenjasorkes.blogspot.co.id/2012/11/permainan-tradisional-anak-indonesia.html
diakses tanggal 10 Oktober 2016
Eka Sapri Alvyanto. 2012. Permainan tradisional http://alvyanto.blogspot.co.id/2012/10/permainan-tradisional.html#!/tcmbck diakses tanggal 10 Oktober 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar